Home » Uncategorized » Renungan Harian

Renungan Harian

 “KITA MAU DIUTUS”
(Yohanes 3:1-17)

Apa yang membuat Nabi Yesaya bersedia diutus? Padahal saat dipanggil, dia mengaku orang yang najis bibir dan hidup di tengah-tengah bangsa juga najis bibir. Benar sekali, ketika Nabi Yesaya dipanggil Allah, bangsa Israel sedang menjadi bangsa yang merasakan penderitaan. Sebab pada saat Raja Uzia memerintah, Tuhan memberikan penghukuman kepada bangsa ini karena raja Uzia tidak menyembah Tuhan lagi melainkan menyembah berhala. Namun Tuhan Allah sendiri yang mendatangi dan memutuskan Yesaya sebagai orang yang dipilih menjadi utusan Tuhan (ayat 1). Begitu juga ketika Yesaya menjadi takut dan berkata celakalah aku! binasalah aku!, ada salah satu Serafim yang terbang ke arahnya; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dan bara itu disentuhkan pada mulut Yesaya dan dosanya telah diampuni. Indahnya panggilan Tuhan menyebabkan Yesaya berani menjawab panggilan Tuhan “”Siapakah yang akan Kuutus ,dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? ” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Tanpa rasa takut dan ragu-ragu lagi, Yesaya menerima panggilan Tuhan untuk menjadi nabi di tengah-tengah umat milikNya.
John Calvin pernah mengajarkan bahwa mengenal Tuhan akan menentukan dalam mengenal diri sendiri secara pribadi. Tuhan mengasihi, Dia memberi pengampunan dan memberi anugerah kepada kita yang mau menyadari dosa dan kesalahan kita. Karena ketika kita bisa melihat siapa diri kita di hadirat Tuhan, Dia akan memakai kita untuk
menjadi utusannya. Dialah yang memperlengkapi segalanya ketika kita sanggup menjadi utusanNya. Karena itu siapapun kita yang sudah menerima anugerahnya, Tuhan mengutus kita, mari bersiaplah,” ini aku, utuslah aku! Amin.|*IAS. (Renungan Sadhar Sinode GKJ)